Tugas Individu : Diatetik Masyarakat
OLEH
SUTRIANI
PRODI GIZI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2010
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kita Panjatkan Kehadirat Allah SWT, atas berkat Rahmat dan Hidayah-nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Tak lupa pula kita kirimkan shalawat serta salam atas junjungan Nabi Ullah Muhammad SAW yang telah mengangkat derajat manusia dari lembah kehinaan menuju lembah kemuliaan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan terdapat banyak kekurangan di dalamnnya, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk kelengkapan makalah ini.
Dalam penulisa makalah ini, kami banyak mendapatkan kendala akan tetapi semua itu dapat teratasi berkat bantuan dari teman-teman. Sehubungan dengan itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penulisan makalah ini. Semoga budi baik saudara mendapat balasan dari Allah SWT. Amin.
Parepare, 29 Desember 2010
Sutriani
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................................
B. Rumusan Masalah....................................................................................................
C. Tujuan......................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Riwayat penyakit hipertensi....................................................................................
B. tabel food recall selama 24 jam penderita penyaki hipertensi yang diteliti dan frekuensi makanan selama 1 bulan........................................................................................................................
C. Cara mencega dan mengatasi hipertensi..................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di Indonesia penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi banyak kita jumpai di Masyarakt. Hal ini dipicu oleh adanya beberapa macam faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Seperti daya tahan tubuh terhadap penyakit, umur, genetis, pola hidu, ras/suku dan berbagai macam faktor lainya yang menyebabkan penyakit tersebut.
Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan terjadinya suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.
Olehnya itu, diperlukan cara untuk mengantisifasi terjadinya penyakit tersebut, dengan cara mencari satu kasus yang sudah terkena penyakit hipertensi kemudian kita buatkan food recall 24 jam selama 3 hari dan frekuensi makanan selama 1bulan kemudian menu makanan untuk penderita tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Seperti apa riwayat penyakit hipertensi?
2. Bagaimana tabel food recall selama 24 jam penderita penyaki hipertensi yang diteliti dan frekuensi makanan selama 1 bulan?
3. Dengan cara apa mencega dan mengatasi hipertensi?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Riwayat Penyakit Hipertensi
Penyakit hipertensi dapat terjadi karena adanya suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Adapun mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi di hati. Selanjutnya oleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama.
Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis), sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.
Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Itu disebabkan karena adanya berbagai macam faktor apabila kita lihat dari segitiga efidemiologi penyakit hipertensi sebagai berikut:
1. Host (Penjamu)
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyakit hipertensi pada penjamu
a. Daya Tahan Tubuh Terhadap Penyakit
Daya tubuh seseorang sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi, aktifitas, dan istirahat. Dalam hidup modern yang penuh kesibukan juga membuat orang kurang berolagraga dan berusaha mengatasi stresnya dengan merokok , minum alkohol, atau kopi sehingga daya tahan tubuh menjadi menurun dan memiliki resiko terjadinya penyakit hipertensi.
b. Genetis
Para pakar juga menemukan hubungan antara riwayat keluarga penderita hipertensi (genetik) dengan resiko untuk juga menderita penyakit ini.
c. Umur
Penyebaran hipertensi menurut golongan umur agaknya terdapat kesepakatan dari para peneliti di Indonesia. Disimpulkan bahwa prevalensi hipertensi akan meningkat dengan bertambahnya umur. Sebagai gambaran saja, berikut ini dikutipkan salah satu hasil penelitian tentang penyebaran menurut umur tersebut. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa. Prevalensi meningkat menurut usia. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Tetapi di atas usia tersebut, justru wanita (setelah mengalami menapouse ) berpeluang lebih besar. Para pakar menduga perubahan hormonal berperan besar dalam terjadinya hipertensi di kalangan wanita usia lanjut. Namun sekarang penyakit hipertensi tidak memandang golongan umur.
d. Jenis Kelamin
Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995 menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi, yaitu 83 per 1.000 anggota rumah tangga. Pada umumnya lebih banyak pria menderita hipertensi dibandingkan dengan perempuan.
Wanita > Pria pada usia > 50 tahun
Pria > wanita pada usia < 50 tahun
e. Adat Kebiasaan
Kebiasaan- kebiasaan buruk seseorang merupakan ancaman kesehatan bagi orang tersebut seperti:
· Gaya hidup modern yang mengagungkan sukses, kerja keras dalam situasi penuh tekanan, dan stres terjadi yang berkepanjangan adalah hal yang paling umum serta membuat orang kurang berolagraga , dan berusaha mengatasi stresnya dengan merokok, minum alkohol atau kopi, padahal semuanya termasuk dalam daftar penyebab yang meningkatkan resiko hipertensi.
· Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar. Konsumsi garam ini sulit dikontrol, terutama jika kita terbiasa mengonsumsi makanan di luar rumah (warung, restoran, hotel, dan lain-lain).
· Pola makan yang salah, faktor makanan modern sebagai penyumbang utama terjadinya hipertensi. Makanan yang diawetkan dan garam dapur serta bumbu penyedap dalam jumlah tinggi, dapat meningkatkan tekanan darah kerana mengandung natrium dalam jumlah yang berlebih.
f. Pekerjaan
Stress pada pekerjaan cenderung menyebabkan terjadinya hipertensi berat. Pria yang mengalami pekerjaan penuh tekanan, misalnya penyandang jabatan yang menuntut tanggung jawab besar tanpa disertai wewenang pengambilan keputusan, akan mengalami tekanan darah yang lebih tinggi selama jam kerjanya, dibandingkan dengan rekannya mereka yang jabatan nya lebih “longgar” tanggung jawabnya . Stres yang terlalu besar dapat memicu terjadinya berbagai penyakit misalnya sakit kepala,sulit tidur, tukak lambung, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
g. Ras/Suku
Ras/Suku : Di USA, orang kulit hitam > kulit putih. Di Indonesia penyakit hipertensi terjadi secara bervariasi.
2. Agent (Penyebab Penyakit)
Agent adalah suatu substansi tertentu yang keberadaannya atau ketidakberadaannya dapat menimbulkan penyakit atau mempengaruhi perjalanan suatu penyakit. Untuk penyakit hipertensi yang menjadi agen adalah :
a. Faktor Nutrisi
· Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, natrium memegang peranan penting terhadap timbulnya hipertensi. Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. Untuk menormalkannya, cairan intraseluler ditarik ke luar, sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak kepada timbulnya hipertensi.
· Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram per hari, setara dengan satu sendok teh. Dalam kenyataannya, konsumsi berlebih karena budaya masak-memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam. Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin, sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar.
· Minuman berkafein dan beralkohol.Minuman berkafein seperti kopi dan alkohol juga dapat meningkatkan resiko hipertensi
· Juga terbukti adanya hubungan antara resiko hipertensi dengan makanan cepat saji yang kaya daging. Makanan cepat saji juga merupakan salah satu penyebab obesitas (berat badan berlebih ). Dilaporkan bahwa 60% penderita hipertensi mempunya berat badan berlebih.
b. Faktor Kimia
Mengkonsumsi obat-obatan seperti kokain, Pil KB Kortikosteroid, Siklosporin, Eritropoietin, Penyalahgunaan Alkohol, Kayu manis (dalam jumlah sangat besar).
c. Faktor Biologi
· Penyebab tekanan darah tinggi sebagian besar diketahui, namun peniliti telah membuktikan bahwa tekanan darah tinggi berhubungan dengan resistensi insulin dan/ atau peningkatan kadar insulin (hiperinsulinemia). Keduanya tekanan darah tinggi dan resistensi insulin merupakan karakteristik dari sindroma metabolik , kelompok abnormalitas yang terdiri dari obesitas, peningkatan trigliserid, dan HDL rendah (kolesterol baik) dan terganggunya keseimbangan hormon yang merupakan faktor pengatur tekanan darah.
· Walaupun sepertinya hipertensi merupakan penyakit keturunan, namun hubungannya tidak sederhana. Hipertensi merupakan hasil dari interaksi gen yang beragam, sehingga tidak ada tes genetik yang dapat mengidentifikasi orang yang berisiko untuk terjadi hipertensi secara konsisten.
· Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor resiko terjadi hipertensi.
d. Faktor Fisik
· Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.
· Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga) bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan
· Berat badan yang berlebih akan membuat seseorang susah bergerak dengan bebas. Jantungnya harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar bisa menggerakkan berlebih dari tubuh terdebut. Karena itu obesitas termasuk salah satu yang meningkatkan resiko hipertensi.
3. Environment (Lingkungan)
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada disekitar manusia serta pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia.
Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup misalnya gaya hidup kurang baik seperti gaya hidupnya penuh dengan tekanan (Stres). Stres yang terlalu besar dapat memicu terjadinya berbagai penyakit seperti hipertensi. Dalam kondisi tertekan adrenalin dan kortisol dilepaskan ke aliran darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah agar tubuh siap beraksi. Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup misalnya gaya hidup kurang baik seperti gaya hidupnya penuh dengan tekanan (Stres). Stres yang terlalu besar dapat memicu terjadinya berbagai penyakit seperti hipertensi. Dalam kondisi tertekan adrenalin dan kortisol dilepaskan ke aliran darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah agar tubuh siap beraksi. Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.
Terdapatnya perbedaan keadaan geografis, dimana daerah Pantai lebih berisiko terjadinya penyakit hipertensi dibading dengan daerah pegunungan, karena daerah pantai lebih banyak terdapat natrium bersama klorida dalam garam dapur sehingga Konsumsi natrium pada penduduk pantai lebih besar dari pada daerah pegunungan.
Penyakit hipertensi ditemukan di semua daerah di Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi. Dimana daerah perkotaan lebih dengan gaya hidup modern lebih berisiko terjadinya penyakit hipertensi dibandingkan dengan daerah pedesaan.
Penyakit hipertensi ditemukan di semua daerah di Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi. Dimana daerah perkotaan lebih dengan gaya hidup modern lebih berisiko terjadinya penyakit hipertensi dibandingkan dengan daerah pedesaan.
Penyakit hipertensi dibagi menjadi dua yaitu hipertensi primer dan skunder. Hipertensi primer yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya sedangkan penyakit hipertensi skunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit, obat-obatan, maupun kehamilan. Adapun perbedaanya sebagai berikut :
a. Hipertensi primer, yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.
Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
Para pakar menunjuk stres sebagai tertuduh utama, setelah itu banyak faktor lain yang mempengaruhi , dan para pakar juga menemukan hubungan antara riwayat keluarga penderita hipertensi (genetik ) dengan resiko untuk juga menderita penyakit ini. Faktor-faktor lain yang dapat dimasukkan dalam daftar penyebab hipertensi jenis ini adalah lingkungan , kelainan metabolisme intra seluler , dan faktor – faktor Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
b. Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit, obat-obatan, maupun kehamilan.
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).
Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:
1. Penyakit Ginjal
· Stenosis arteri renalis
· Pielonefritis
· Glomerulonefritis
· Tumor-tumor ginjal
· Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
· Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
· Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
2. Kelainan Hormonal
· Hiperaldosteronisme
· Sindroma Cushing
· Feokromositoma
3. Obat-obatan
· Pil KB
· Kortikosteroid
· Siklosporin
· Eritropoietin
· Kokain
· Penyalahgunaan alkohol
· Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)
4. Penyebab Lainnya
· Koartasio aorta
· Preeklamsi pada kehamilan
· Porfiria intermiten akut
· Keracunan timbal akut.
B. Tabel Food Recall Selama 3 kali 24 Jam Penderita Hipertensi Yang Diteliti Dan Tabel Frekuensi Makanan Selama 1 Bulan
Ć Tabel Food Recall Selama 24 Jam Penderita Hipertensi Yang Diteliti
Nama : Nurhaedah
Umur : 55 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Berat Badan : 70
Tinggi Badan ; 158
Lingkar Lengan Atas : 46
Pekerjaan : URT
Alamat : Desa Balusu, Kec. Balusu, Kab. Barru
Jumlah Anggota Keluarga : 5 Orang
Kebiasaan Makanan : 3 x Sehari
| No | Waktu Makan | Nama Masakan | Bahan Makanan | Banyaknya | |
| URT | Gr | ||||
| 1. 2. 3. | HARI I 06-30 08-15 11.30 16.30 21.30 HARI II 07.00 08.30 10.45 13.15 16.00 19.10 21.10 HARI III 06.45 08.45 12.00 15.00 20.00 | - Teh. - Kue Dadar - Nasi Putih - Ikan Air cakalang - Nasi Putih - Ikan Cakalang - Ikan Goreng - Sayur Bening Campur - Pisang - Ubi Goreng - Nasi Putih - Ikan Layang - Ikan Asap - Sayur Labu - Kerupuk - Teh. - Nasi Putih - Ikan Layang - Kue Kambeng-kambeng - Nasi Putih - Ikan Bakar - Sayur Bening Campur - Kue bolu - Nasi Putih - Ikan goreng - Tempe goring - Sayur Asam - Tahu Isi - Teh. - Kue Sakura - Nasi Goreng - Telur Dadar - Kerupuk - Nasi Putih - Ikan Goreng - Tumis Kangkung - Bakwan - Nasi Putih - Ikan Goreng - Ikan Asin Kering - Semur Daging | - Teh cap cangkir, gula pasir. - Telur, Gula, Terigu, Daun Pandang - Beras - Ikan Cakalang, Asam, Minyak, Bawang Merah - Beras - Ikan Cakalang, Asam, Minyak - Ikan Bandeng, Minyak - Daun kelor, Jantung Pisang - Pisang Susu - Ubi Jalar, Minyak, Terigu - Beras - Ikan layang, Asam, Minyak - Ikan bandeng, Lombok Besar, Merica - Labu, Santang Kelapa - Kerupuk Udang, Minyak - Teh cap cangkir, Gula - Beras - Ikan layang, Asam, Minyak - Pisang, Tepung beras, Minyak - Beras - Ikan awu-awu, Jeruk nipis - Daun kacang, Kacang panjang, Labu, Kemangi - Telur, Terigu, Margaring - Beras - Ikan banyara, Minyak - Tempe, Tepung bumbu, Minyak - Pepaya, Asam, Masako - Tahu, Kol, Toge, Minyak - The cap cangkir, Gula - Biskuit tepung, Gula, telur - Beras, Bumbu racik, Minyak - Telur bebek, Minyak - Kerupuk Udang, Minyak - Beras - Ikan Mujair, Minyak, - Kangkung, Minyak, Masako - Terigu, Minyak, Kol, Wortel - Beras - Ikan bolu, Minyak - Ikan teri, Minyak, Lombok - Daging Sapi, Santang, Lombok | 1 Gls 2 Ptg ½ Prg Sdg 1 Ptg Sdg 2 Prg Sdg ½ Ptg Sdg 1 Ptg Sdk 5 Sdm 1 Biji 6 Ptg 1 ½Prg Sdg 1 ekor ½ Ptg Kcl 3 Sdm ½ Prg Sdg 1 Gls 1 Prg Sdg I ekor 7 Btr 2 Prg Sdg 2 ekor 5 Sdm 2 Ptg 1½ Prg Sdg 1 Ptg 2 Ptg Sdg 2 Sdm 2 Ptg Sdg 1 Gls 2 Biji 1 Prg Sdg 1 Btr 1Prg Kcl 1 Prg Sdg 1 Ekor 5 Sdm 3 Biji 1 Prg Sdg 1 Iris Kcl 1 Sdm 3 Sdm | 200 20 35 40 150 20 30 50 10 90 125 30 40 60 25 200 75 30 60 150 80 70 40 125 50 100 40 100 200 30 80 60 30 75 60 40 90 75 30 10 50 |
Ć Tabel Frekuensi Makanan Dalam 1 Bulan
| Item | Tdk pernah | >1*Sehari | 1 * sehari | 1-3*/ minggu | 3-6*/ bulan | 1*/ bulan | Jarang |
| 1. Makanan pokok a) Nasi putih | 0 | (1) | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| b) Jagung | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| c) Ubi | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | (5) | 6 |
| d) Sagu | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | (6) |
| 2. sayuran a) Kangkung | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| b) Bayam | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| c) Kol | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| d) Wortel | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| e) Jantung pisang | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| f) Terong | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| g) Daun kelor | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| h) Daun singkong | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| 3. lauk pauk a) Ikan | 0 | (1) | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| b) Tahu | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| c) Tempe | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| d) Daging | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| e) Telur | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| f) Udang | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | (6) |
| 4. buah-buahan a) Pisang | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| b) Jeruk manis | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | (5) | 6 |
| c) Pepaya | 0 | 1 | 2 | 3 | (4) | 5 | 6 |
| d) Mangga | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | (5) | 6 |
| e) Apel | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | (6) |
| 5. Minuman a) Teh | 0 | 1 | (2) | 3 | 4 | 5 | 6 |
| b) Sirup | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | (6) |
| c) Susu | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | (6) |
| d) Kopi | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | (6) |
| 6. makanan lain-lain a) Kue | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
| b) Kerupuk udang | 0 | 1 | 2 | (3) | 4 | 5 | 6 |
C. Mencega dan Mengatasi Hipertensi
Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
- Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
- Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
- Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
- Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
- Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
- Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
- Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
- Kendalikan kadar kolesterol Anda.
- Kendalikan diabetes Anda.
- Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penyakit hipertensi dapat terjadi karena adanya suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan itu disebabkan karena adanya beberapa faktor jika dilihat dari segitiga efidemiologi dan pengelompokanya.
Adapun segitiga efidemiologinya yaitu:
· Hos atau penjamu
· Agen atau penyebab
· Environment atau lingkungan
Apabila dilihat dari pengelompokanya terdiri dari hipertensi primer atau hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi skunder atau hipertensi yang diketahui penyebabnya.
Untuk mencega penyakit hipertensi maka kita haru memperhatikan beberapa hal terutama pola makan. maka dari itu kami mencari satu kasus yang terkena penyakit hipertensi kemudian dibuatkan food recall 3 kali 24 jam dan ferekuensi makanan selama 1 bulan, kemudian dibuatkan menu makanan yang cocok bagi penderita hipertensi.
DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, Lany. Hipertensi : Tekanan Darah Tinggi , Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 2001
Sobel, Barry J, et all. Hipertensi : Pedoman Klinis Diagnosis dan Terapi, Jakarta, Penerbit Hipokrates, 1999
Kodim Nasrin. Hipertensi : Yang Besar Yang Diabaikan, @ tempointeraktif.com, 2003
Smith Tom. Tekanan darah Tinggi : Mengapa terjadi, Bagaimana mengatasinya ?, Jakarta, Penerbit Arcan, 1995
Semple Peter. Tekanan Darah Tinggi, Alih Bahasa : Meitasari Tjandrasa Jakarta, Penerbit Arcan, 1996
Tidak ada komentar:
Posting Komentar